info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Lhokseumawe -- Akademisi Universitas Malikussaleh Dr. Muhammad Nazaruddin, M.Si mengatakan, menjelang pelaksanaan pilkada serentak pada 2017 ini, partai politik harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. “Pendidikan politik yang diberikan bukan hanya sebatas bagaimana pencoblosan yang benar, sehingga suara tidak rusak, tapi yang idealnya adalah bagaimana bisa membangkitkan partisipasi masyarakat,” ujar Nazaruddin, Selasa (31/1).

Nazaruddin menambahkan, partai politik sangat kurang dalam mempersiapkan kader-kadernya. Seharusnya, partai politik harus diberikan peringatakan keras, karena tidak mempersiapkan calon pemimpin yang terbaik.

Seharusnya melalui pendidikan politik yang dilakukan, bisa mempersiapkan kadernya untuk calon pemimpin. Hal yang dominan terjadi, partai politik hanya memikirkan massa untuk memenangkan pemilu.

“Sekarang ini partai politik sangat elitis sifatnya, kapan dia butuh rakyat ya disaat pemilu saja. Padahal cukup potensi yang ada dalam masyarakat, yang seharusnya bisa direkrut oleh parpol tersebut,”  tutur Nazaruddin.

Tambahnya, partai politik ibaratnya seperti jembatan, maka seharusnya terbuka bagi semua orang untuk berkiprah di wadah tersebut, sehingga bisa melahirkan politisi dan pemimpin yang lebih baik.

Sebenarnya partai politik bukan sebagai jembatan untuk mencari kekuasaan, tapi untuk mencari pemimpin rakyat. Maka yang terpenting pemimpin rakyat dulu yang dicari, kalau fenomena sekarang lebih dominan untuk kekuasaan.

Menurutnya, kalau memang ingin benar-benar berbuat untuk pembangunan daerah, maka personal interest harus dihilangkan dan membuka peluang bagi setiap potensi yang ada. Kehadiran partai politik jangan membuat tembok pemisah di kalangan masyarakat, tapi harus bisa menjadi penyatu.

“Apabila partai politik benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya, maka kita semua bisa mendapatkan pemimpin yang terbaik. Apabila konsepnya seperti yang sudah berjalan sekarang, maka tidak akan pernah maju,” tutur Nazaruddin.

 

Sumber asli dapat diakses di : https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/01/31/akademisi-parpol-harus-berikan-pendidikan-politik#sthash.c6CimzjE.dpbs