info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Lhoksukon -- Pengamat komunikasi politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Kamaruddin Hasan, mengomentari perihal kericuhan antara tim pemenangan kandidat di Aceh Utara dan Aceh Timur.

"Itu menandakan bahwa para aktor politik masih sangat lemah terhadap pendidikan politik," kata Kamaruddin Hasan menanggapi persoalan kericuhan antara tim pemenang calon bupati di Aceh Utara dan Aceh Timur.

Melihat kasus kericuhan antara tim Partai Aceh (PA) dengan tim FA-TAR di Pantonlabu dan kericuhan tim PA dengan PNA di Kabupaten Aceh Timur, Kamaruddin Hasan menilai penyelenggara Pilkada pun belum berhasil mensosialisasikan politik damai di kalangan masyarakat.

"Penyelenggara Pilkada terkesan formalitas dalam politik edukasi dan opini leader. Penyelenggara Pilkada mestinya awal-awal mensosialisasikan politik damai atau penyadaran politik kepada publik," tutur Dosen Ilmu Komunikasi Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unimal itu.

Kamaruddin memprediksi suhu politik Pilkada di Aceh bakal meningkat jika para pelaku politik tidak mengandalkan kepala dingin dalam menjalankan politiknya.

"Untuk itu, kita berharap masyarakat di daerah-daerah supaya tidak terpancing atau terprovokasi oleh politik-politik yang tidak sehat," ucapnya.

Diharapkan juga kepada para aktor politik utama seperti para calon bupati untuk terus melakukan peace journalisme dan tampil di publik secara bersama-sama membicarakan politik damai. Hal ini menurutnya tentu akan mengarah pada politik santun dan damai.

 

Sumber asli dapat diakses di : 

https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/01/02/pengamat-politik-unimal-komentari-kericuhan-pilkada-aceh-utara-dan-aceh-timur#sthash.sGIfup0I.dpbs