info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Lhokseumawe -- Program studi Ilmu Politik FISIP Unimal didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar dialog dan bedah buku "Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh" yang merupakan karya Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D. Kegiatan tersebut diselenggarakan di GOR Acc Cunda Kota Lhokseumawe, Kamis (08/12/2016).

Dialog dan Bedah Buku menghadirkan sang penulis buku sebagai keynote speaker dalam acara tersebut. Selain itu, buku "Memahami Potensi Radikalisme dan Terorisme di Aceh" juga dibedah langsung oleh pengamat terorisme, Al Chaidar, S.IP., M.Si dan Yudi Zulfahri, serta dipandu oleh Dekan FISIP Unimal, M. Akmal, S.Sos., MA.

Dalam kata sambutan, Kasubdit Kewaspadaan BNPT, Andi Intang Dulung, mengajak masyarakat mewaspadai radikalisme. "Kita perlu menghilangkan unsur kekerasan dalam mengekspresikan keyakinan, sebab terorisme berawal dari intoleransi, menuju kepada radikalisme, kemudian berwujud bom bunuh diri", himbaunya.

Al Chaidar menceritakan, berkembangnya aliran sesat dan kristenisasi merupakan trigger yang mendorong munculnya terorisme. Ia juga berpendapat bahwa terorisme merupakan gabungan dari sikap fundamentalisme dan radikalisme. Namun Al Chaidar menolak keras tuduhan keterkaitan terorisme dan Islam.

"Ini seolah-olah seperti teori labelling, dimana dunia memandang istilah teroris selalu dilekatkan dengan agama Islam", ujarnya.

Senada dengan itu, Yudi Zulfahri mengajak peserta dialog untuk menjauhi sitgma jihad. Menurutnya, jihad itu tidak dilarang, namun sifat jihad adalah konstruktif, sementara ciri terorisme adalah destruktif sehingga jihad dan terorisme sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda.

Sementara Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D mengajak para intelektual untuk mendefinisikan ulang istilah terorisme dan turunannya yang memang selama ini lahir dari paradigma Barat. Ia juga menilai ada agenda besar di balik aksi-aksi terorisme di seluruh dunia, yang berada di luar jangkauan pemikiran masyarakat awam.