info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Banda Aceh -- Badan Nasional Penanggulangan‎ Terorisme (BNPT) RI bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar acara dialog publik soal terorisme dan radikalisme, di Aula Hotel Mekkah, Lampriet, Banda Aceh, Senin (21/11/2016).

Dalam acara yang bertema 'Dialog Pelibatan Masyarakat di Kalangan Tokoh Sosial Budaya dalam Pencegahan Terorisme di Provinsi Aceh Tahun 2016 tersebut, pengamat terorisme Universitas Malikussaleh, Al Chaidar mengatakan, ‎hukum di Indonesia yang dinilai masih lemah, sering dimanfaatkan teroris.

"Hukum lemah dianalogikan seperti lemahnya rumah laba-laba. Kelemahan hukum di Indonesia seperti yang terjadi pada Abubakar Ba'asyir yang bukan dijerat dengan undang-undang terorisme, melainkan undang-undang imigrasi," ujarnya dalam diskusi yang dihadiri ratusan peserta tersebut.

Menurutnya, kelompok teroris juga lolos dengan menjalankan ajaran Islam yang tidak dikaji kelompok Islam tradisional dan modern. "Biasanya mereka menjalankan ajaran Islam yang memang ada diantara Islam tradisional dan modern yang disebut Islam sempalan.

Menjalankan sistem pernikahan poligami, sementara di Indonesia sendiri hal tersebut dianggap tidak biasa. Islam sempalan terdiri dari Islam fundamental, Islam radikal dan Islam teroris," jelasnya.

Dalam acara yang dibuka resmi oleh Sekretaris Utama BNPT RI, Mayjen TNI R Gautama Wiranegara tersebut, turut hadir sejumlah pemateri seperti Ketua MAA, Badruzzaman Ismail, Koordinator Kelompok Ahli BNPT, Anwar Sanusi dan Mantan Tokoh Jaringan Teroris Indonesia, Abdurrahman Ayyub.

 

Sumber asli dapat diakses di :

https://www.goaceh.co/berita/baca/2016/11/21/al-chaidar-lemahnya-hukum-sering-dimanfaatkan-teroris#sthash.JIk8dEFf.dpbs