info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Banda Aceh -- Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan rakyat Indonesia harus bijak menghadapi enam acaman pada acara diskusi dan studi banding mengangkat tema “Hubungan Sipil dan Militer”.  Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa program studi Ilmu Politik dan Sosiologi FISIP Universitas Malikussaleh dengan slogan “Semangat Bela Negara TNI dengan Mahasiswa” di Sanggamara Lounge, Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (16/11/16).

Pangdam mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi banyak persoalan terkait politik. "Politik sangat rame, tapi negara ini harus stabilkan politik, ekonomi dan keamanan pertahanan", ujar Pangdam.

Saat ini Indonesia menghadapi berbagai ancaman, diantaranya ancaman narkoba. Terdapat dua persen penyalahguna narkoba atau 15 ribu orang tiap tahun meninggal dunia. "Tetapi kita anggap itu biasa aja. Coba sekarang, teroris, tiap tahun korban sekarang tidak sampai puluhun, 2 orang korban teroris udah rame, tetapi narkoba yang banyak memakan korban 15 ribu biasa saja", jelas Pangdam.

Ancaman kedua terkait radikalisme dan terorisme. Survey di Jakarta menunjukkan bahwa 47% responden memperbolehkan jihad. Sementara itu, banyak anak Indonesia berlatih ke Suriah.

Ancaman ketiga adalah ancaman tentara negara asing. Pangdam melanjutkan penjelasannya, "Di Darwin ada 2500 sampai 5000 personil Marinir Amerika Serikat. “Darwin jaraknya hanya 479 Km dengan Serwaru. Di situ ada Pulau Marsela dan Blok Masela yang mengandung cadangan minyak, seperti juga Timor Timur lepas dari indonesia karena memilki kandungan energi minyak”.

Ancaman keempat menurut Pangdam adalah perbatasan wilayah di sekitar Laut Cina Selatan (LCS). "Saat proses penangkapan oleh kita, mereka selalu dikawal oleh Coast Guard (penjaga pantai) Tiongkok. Mereka juga memperkuat di pulau spartle dan mereka juga tidak mengakui Uncluss 82."

Ancaman kelima terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 yang hanya mencapai 4.73 persen. "Saat ini, kondisi ekonomi dunia jatuh, kemudian harga minyak turun, sesuai dengan peak oil theory yang berakibat merubah dratis gaya hidup. Krisis ekonomi memicu depresi ekonomi, meningkatkan kejahatan (konflik), hancurnya tatanan masyarakat".

Terakhir, Pangdam Iskandar Muda menyatakan kompetisi global dan regional juga mengancam Indonesia. Menurut Pangdam, semua elemen bangsa harus bersatu. "tidak boleh menganggap remeh, harus kita sadari bahwa ada desain dari luar yang perlu mendapat perhatian, khususnya di Aceh, 2017 akan dilaksanakan Pilkada. Aceh termasuk wilayah tingkat kerawan yang tinggi sehingga kita harus mengedepankan Pilkada yang martabat dan kita harus tunjukan Islam dapat bergandengan dengan demokrasi dengan semangat rahmatan lil'alamin. Kewajiban mahasiswa harus dapat mengkampanyekan pilkada aman. Aparat harus netral, dan tidak memihak kepada salah satu calon, jangan terulang kembali seperti jaman sebelum reformasi TNI."

Hadir pada kegiatan itu Ketua Prodi Sosiologi, Dr. Nirzalin, Ketua Prodi Ilmu Politik, Bobby Rahman, M.Si., Sekretaris Prodi Ilmu Politik, T. Muzaffarsyah, S.IP, Dosen FISIP Naidi Faisal, M.Si., Kapendam IM Letkol Kav Rusdi, Waaster Letkol Inf Hasandi Lubis, Asintel Kolonel Inf Heri, dan Pa Ahli Bidang Ideologi Kolonel Joni.