info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Unimal kembali menyelenggarakan kegiatan bertajuk Follo Up Program Studi Ilmu Komunikasi menuju Fakultas Ilmu Komunikasi, di GOR ACC Unimal Cunda Lhokseumawe, dengan menghadirkan Prof.Dr.H.Engkus Kuswarno,MS, Guru Besar Fikom Unpad juga salah satu Tim Nasional Sertifikasi Dosen, Dikti, sejak tahun  2008 sampai sekarang dan Dewan Ahli Asosiasi Pendidikan Tinggi llmu Komunikasi (ASPIKOM) pusat. Peserta yang hadir, dari Fakultas ISIP Unimal, Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unimal, Alumni Ilmu Komunikasi, lembaga kemahasiswaan dan mahasiswa.

Diskusi tersebut dipandu oleh Dosen Ilmu Komunikasi Anismar, S.Ag., M.Si bersama Kamaruddin Hasan, S.Sos.,M.Si Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unimal dan Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi llmu Komunikasi (ASPIKOM) Aceh.

Beberapa poin penting dalam diskusi tersebut antara lain; pertama, pentingnya menyesuaikan kurikulum Ilmu komunikasi berdasarkan aturan yang ada, rekomendasi Asosiasi Pendidikan Tinggi llmu Komunikasi,  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, serta kearifan lokal. Kedua, Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unimal yang sekarang terdapat tiga konsentrasi yaitu Jurnalistik, Publik Relation dan Manajemen Komunikasi, mestinya dijadikan Program Studi baru untuk memudahkan menuju Fakultas Ilmu Komunikasi.

Ketiga, proses perubahan dari prodi menuju Fakultas juga melalui proses perubahan statuta kampus yang disetujui oleh Kemenristek-dikti. Keempat, berkaitan dengan rasio dosen dan mahasiswa. Saat ini masih berlaku rasio dosen dan mahasiswa idealnya adalah 1 dosen banding 45 mahasiswa. Melihat jumlah dosen ber NIDN prodi ilmu komunikasi saat ini hanya 11 orang ditambah 2 dosen ber NIDK dengan jumlah mahasiswa mencapai 800an, masih belum ideal. Perlu segera ada penambahan dosen di prodi ilmu komunikasi. Kelima, pesatnya perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia dan global, memang bagusnya prodi Ilmu komunikasi menjadi fakultas Komunikasi dengan program-program studi yang sesuai dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

“Konsentrasi sebenarnya tidak ada dalam aturan, yang ada adalah Program Studi.  Konsentrasi itu lebih kepada pemilihan tema/judul skripsi atau tugas akhir mahasiswa, maka bagusnya untuk mempercepat proses menuju Fakultas Komunikasi, perlu dilahirkan program studi baru di Fakultas ISIP, selain yang sudah ada Program Studi Ilmu Komunikasi bisa ditambah misalnya program studi Film dan Televisi, tentu juga sesuai dengan perkembangan keilmuan dan  kebutuhan”, tambah Prof. Engkus.

Kamaruddin Hasan dalam beberapa kesempatan berdiskusi dengan Prof. Dr. Engkus Kuswarno, MS, juga menjelaskan realitas kekinian dan momentum-momentum penting Aceh, sehingga begitu pentingnya ilmu komunikasi terutama kecerdasan komunikasi dengan berbagai sifat, bentuk dan tujuannya. Pentingnya pemahaman dan kecerdasan komunikasi dalam semua aspek kehidupan, terutama dalam menghindari konflik-konflik yang sering terjadi dalam masyarakat di Aceh dengan berbagai motif.

Apalagi Aceh, akan terasa sangat bermanfaat ketika kecerdasan komunikasi mampu di terapkan dalam kehidupan keseharian, termasuk dalam menganalisis potensi konflik, menghindari dan menyelesaikan konflik-konflik yang sering terjadi.

Artinya dalam kontek kedaerahan, provinsi Aceh, kalau dibatasi kurun waktu selama 35 tahun lebih sejak tahun 1976-sampai sekarang 2015, Aceh senantiasa menjadi daerah yang rawan dilanda konflik termasuk konflik sosial budaya, ekonomi dan komunikasi. Akibat konflik tersebut menjadikan Aceh daerah yang kurang mampu mengembangkan dirinya, baik dalam segi politik, pembangunan, partisipasi masyarakat, kesejahteraan, perekonomian, sosial budaya dan pendidikan. Masyarakat Aceh menjadi terkucil, saluran komunikasi tersumbat, senantiasa dalam ketakutan dan kekhawatiran.

Memang mesti diakui, dalam proses komunikasi misalnya sudah menjadi kebiasaan bahwa tensi politik, sosial, ekonomi dan hukum  di wilayah bekas konflik seperti Aceh ini, selalu memanas seiring dengan munculnya rivalitas antara berbagai kekuatan sosial, politik, sosial, ekonomi dan hukum yang bertarung di Aceh.

Terkait dengan itu, tambah kamaruddin Hasan, kehadiran ilmu Komunikasi baik komunikasi lansung maupun bermedia mestinya menjadi obat dan penyejuk dalam situasi dan kondisi apapun. Sehingga yang mendesak dilakukan sebagai langkah proaktif dan preventif adalah penyadaran publik tentang pentingnya kecerdasan komunikasi. [Rel]

 

Sumber asli dapat diakses di : http://klikkabar.com/2016/10/30/prodi-komunikasi-fisip-unimal-punya-prospek-menjadi-fakultas/