info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Banda Aceh -- Pada hari Minggu tanggal 14 Agustus 2016 acara field trip jurusan Ilmu Administrasi Negara 2016 dilaksanakan, dimana kali ini berkunjung ke kantor Badan Investasi dan Promosi Aceh yang dimulai dari pukul 10.00 s/d 12.30 WIB.

"Peserta field trip IAN kali ini terdiri dari mahasiswa IAN sebanyak 16 orang dan dosen pendamping sebanyak 2 orang", kata Sekjur IAN, Ahmad Yani, S.Sos., M.Si.

Persiapan keberangkatan dimulai dari hotel tempat peserta menginap sehari sebelumnya. Sesampainya di tempat tujuan para peserta disambut dengan hangat oleh pimpinan dan staf Badan Investasi dan Promosi Aceh.

Badan Investasi dan Promosi Aceh sendiri merupakan badan yang paling bertanggung jawab untuk bidang investasi khususnya untuk tugas-tugas penyusunan perencanaan, penanaman modal secara makro, serta meneliti dan mengkaji potensi investasi daerah, melakukan kegiatan promosi potensi daerah, memberikan persetujuan dan perizinan penanaman modal dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), melakukan pengendalian dan pengawasan serta kerjasama dalam bidang penanaman modal lintas Kabupaten/Kota.

Untuk tercapainya peningkatan investasi di Provinsi Aceh perlu dibuat suatu acuan dalam pelaksanaan tugas Badan Investasi dan Promosi Aceh, sehingga potensi daerah dapat dijadikan sebagai sumber peningkatan pendapatan daerah dan pendapatan kesejahteraan masyarakat dengan cara :

  • Meningkatkan percepatan reformasi birokrasi bidang penanaman modal.
  • Membentuk citra Aceh sebagai daerah tujuan utama investasi.
  • Melaksanakan integrasi perencanaan dan pengendalian penanaman modal dengan Pemerintah, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, swasta, perbankan, dan masyarakat.

Sesuai dengan kewenangan dan tugas serta fungsi, Badan Investasi dan Promosi Aceh mempunyai tujuan sebagai berikut :

  • Meningkatkan pelayanan yang prima dari aparatur Badan Investasi dan Promosi terhadap dunia usaha dan masyarakat.
  • Tersedianya potensi daerah yang dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
  • Tersedianya data dasar yang akurat sebagai pedoman dalam perencanaan investasi.
  • Meningkatkan pemberian pelayanan perizinan kepada Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
  • Terwujudnya promosi yang dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
  • Meningkatkan kerjasama Penanaman Modal baik ditingkat regional maupun Internasional.
  • Terjadinya kemitraan usaha antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, menengah dan koperasi.
  • Meningkatkan koordinasi dan terkendalinya kegiatan Penanaman Modal antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota.