info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
Post : 10 Juni 2016
staff

Bukit Indah, Lhokseumawe – Institusi TNI-Polri membutuhkan kehadiran sosiolog dan antropolog. Demikian disampaikan oleh Dekan FISIP Unimal, M. Akmal, S.Sos., MA pada Rabu (08/06/2016) di Gedung FISIP Jl. Sumatera Bukit Indah. Hal itu disampaikan saat berdiskusi dengan akademisi Unimal, Teuku Kemal Fasya, S.Ag., M.Hum.

“TNI dan Polri adalah pengayom masyarakat. Menangani masyarakat ini tidak melulu dipakai pendekatan hukum yang sifatnya cenderung kaku”, jelas M. Akmal.

Oleh sebab itu, ia menghimbau pimpinan kedua institusi tersebut untuk mendorong para anggotanya agar melanjutkan kuliah di jurusan Sosiologi atau Antropologi.

"Apalagi penanganan kasus anak oleh kepolisian pada saat ini sudah dikenal konsep disversi hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012", sementara itu, lanjutnya, "Penanganan konflik di daerah yang bersifat koersif sudah selayaknya ditinggalkan oleh aparat TNI karena terbukti gagal. Contohnya dalam sejarah Aceh, proses dialog lah yang terbukti berhasil menjaga perdamaian".