info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
Post : 15 Mei 2016
staff

Mahasiswa Bidikmisi -- Dahulu, mengenyam pendidikan di perguruan tinggi mungkin adalah mimpi yang muluk untuk diwujudkan bagi kalangan keluarga kurang mampu. Mereka yang memiliki prestasi seringkalipun harus menyimpan impian untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi. Namun... itu dulu, sekarang sudah lain cerita. Sering dengan adanya perhatian lebih yang diberikan pemerintah kepada dunia pendidikan, maka jalan untuk mengenyam pendidikan bagi masyarakat kurang mampu pun semakin banyak. Salah satunya dengan adanya program beasiswa.

Beasiswa yang paling banyak diminati oleh masyarakat kurang mampu adalah beasiswa bisik misi. Sejak diselenggarakan pada tahun 2010, beasiswa ini banyak memberi harapan kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk tetap berjuang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Impian yang dulunya dianggap mustahil, kini bisa terwujud dengan adanya beasiswa bidik misi ini.

Pemerintah rupanya memang tidak sia-sia mengadakan beasiswa bidik misi ini. Terbukti dengan banyaknya penerima beasiswa bidik misi yang mampu berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Tidak sedikit kisah mereka yang menginspirasi orang lain dan menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih impian.

Salah satu kisah inspiratif dari penerima beasiswa bidik misi adalah kisah dari Sabariani, mahasiswi semester 2 Prodi Ilmu Komunikasi Unimal. Ia adalah salah satu penerima beasiswa Bidik Misi asal Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hidup Sabariani memang tidak mudah. Keluarganya semakin mengalami kesulitan hidup saat ayahnya meninggal tepat ketika Sabariani akan lulus masuk ke Unimal. Namun untunglah Sabriani tidak mudah putus asa.

Ia terus bertekad melanjutkan pendidikan meski ia tahu itu membutuhkan perjuangan besar. Keterbatasan dan kesulitan hidup semakin membuat Sabriani tumbuh menjadi pribadi tegar dan pekerja keras. Ditengah kesibukan kuliah, ia memanfaatkan waktu luang untuk berwirausaha. Berbekal pinjaman sepeda dari ibu kos, setiap hari Sabariani berjualan di Jl. Sumatera Kampus Unimal Bukit Indah. Tidak ada rasa malu dalam dirinya, ia justru bangga karena sudah bisa merintis usaha sendiri, meskipun baru wirausaha kecil-kecilan.

Sabriani telah menginspirasi banyak orang. Mahasiswi tingkat awal yang sudah merancang kesukesesannya sejak dini dengan berwirausaha. Meskipun baru kecil-kecilan, itu lebih baik bukan daripada terus mengeluh tanpa berbuat apa-apa untuk mengubah nasib di masa depan? bagaimana dengan kamu? Jika belum memulai perubahan, ayo mulai sekarang! percayalah, langkah-langkah kecil yang kita buat hari ini akan terangkai menjadi jejak-jejak perjuangan yang membawa kita ke jalan kesukseksan di masa mendatang.

 

Sumber asli dapat diakses di : http://www.pedidikanindonesia.com/2016/05/subhanalloh-mahasiswi-bidikmisi-ini.html