info dunia pendidikan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Dunia Pendidikan
Post : 19 April 2017
staff

Kabar24.com, SINGAPURA - Singapura berhasil mempertahankan posisinya dalam urutan teratas di antara negara Asia Pasifik dalam peringkat Indeks Daya Saing Bakat Global atau Global Talent Competitiveness Index (GTCI) selama empat tahun berturut-turut.

Hal ini diumumkan dalam pertemuan regional GTCI di kampus INSEAD Asia di Singapura, Selasa (18/4/2017).

GTCI merupakan laporan yang mengukur tingkat kemampuan suatu negara dalam bersaing mengembangkan bakat sumber daya manusianya. Laporan ini diproduksi atas kerja sama The Adecco Group dan The Human Capital Leadership Institute of Singapura (HCLI).

Mengambil tema “Bakat dan Teknologi,” laporan 2017 ini mengeksplorasi dampak dari perubahan teknologi terhadap tingkat daya saing pengembangan bakat dan masa depan lapangan kerja, mengingat kemungkinan bahwa setiap pekerjaan di semua tingkatan terus digantikan oleh mesin dan teknologi yang membuka peluang baru.

Berdasarkan riset tersebut, Singapura berada di urutan kedua teratas setelah Swiss. Selanjutnya, Australia ke-6, New Zealand ke-14, Jepang ke-22, Korea Selalatan ke-29.

Sementara, Malaysia berada pada urutan ke-28 , Filipina ke -52, Thailand ke-73, Vietnam ke-82 dan Indonesia berada pada urutan ke-90, diikuti oleh India pada urutan ke-92 dan Bhutan pada urutan ke-98.

Ilian Mihov, Dekan INSEAD menyatakan, “Pada tahun ini laporan GTCI menunjukkan bahwa negara-negara di regional Asia Pasifik mendemonstrasikan kesiapan  sumber daya untuk teknologi. Ini juga menekankan pentingnya peran pendidikan. Sistem pendidikan harus menolong para siswanya untuk beradaptasi terhadap kondisi lapangan pekerjaan yang berubah-ubah,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (18/04).

Sementara itu, Su-Yen Wong, CEO of Human Capital Leadership Institute menyatakan, laporan terbaru yang dipublikasikan oleh Komite Ekonomi Masa Depan Singapura mengindikasikan bahwa membangun kapabilitas digital yang kuat merupakan salah satu kunci penting yang akan mendorong pertumbuhan Singapura selama dua dekade mendatang.

Menurutnya, teknologi digital akan membantu dan mengekspose  Singapura untuk mendorong sumber daya manusia-nya meraih pasar global.

“Negara harus terus meningkatkan kapasitas tenaga kerjanya sehingga mereka dapat beradaptasi terhadap gelombang digitalisasi dan menyapu perubahan struktural yang merombak cara kerja tradisional,” ujarnya.

 

Sumber asli dapat diakses di : http://kabar24.bisnis.com/read/20170419/19/646214/indeks-daya-saing-bakat-global-singapura-peringkat-1