info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
staff

Banda Aceh — Dosen Fisip Unimal Taufik Abdullah menyebutkan, secara sosial kultural hak-hak publik dan politik perempuan telah diakui masyarakat Aceh secara umum. Yang dibutuhkan saat ini justru kerja keras dan konsistensi gerakan sosial perempuan itu sendiri  yang kesannya mulai meredup.

“Mendorong penguatan partisipasi perempuan tidak setengah-setengah. Atmosfir ketidakadilan gender membelenggu karena aktivis perempuan seringkali pasrah membongkar tradisi di komunitas,” katanya dalam kegiatan pelatihan analisa sosial yang diadakan oleh Women Development Centre (WDC) Kota Banda Aceh di Hotel Grand Nanggroe.

Seterusnya Taufik mengatakan, perempuan sudah mulai memberikan pengaruh baik di tatanan domestik maupun sosial komunitas. Sayangnya, sinergitas setiap elemen perempuan belum teraktualisasikan. Akibatnya mata rantai kekuatan sosial dan perempuan mudah dibatasi oleh kepentingan tertentu.

“Disinilah konsistensi aktivis perempuan atau jaringan gerakan perempuan yang tidak diberdayakan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Women Development Centre (WDC) Kota Banda Aceh Dra Kusmawati Hatta menyebutkan, perempuan Aceh telah melewati beberapa fase krusial yang membuatnya mampu mengembangkan diri di berbagai sektor. Sayangnya, kreativitas perempuan masih dihambat oleh kebijakan yang memarginalkan kualitas perempuan.

“Perempuan Aceh dalam banyak hal telah mampu mengembangkan diri dan potensinya. Namun, dalam aktualisasi dan partisipasi publik, terutama dalam proses pengambilan kebijakan dan keputusan, peran perempuan masih dipinggirkan,” ujarnya.

Kusmawati menilai, budaya patriarki masih membelenggu pembuatan kebijakan pemerintah. Hal itu karena masih ada perdebatan sengit di tengah-tengah masyarakat soal pengarusutamaan gender. Akibatnya, “ Minim kepemimpinan perempuan baik di birokrasi maupun di ranah politik sehingga suara perempuan belum didengar sepenuhnya,” pungkas Kusmawati. [rel]

 

Sumber asli dapat diakses di : http://theglobejournal.com/sosial/dosen-unimal--aktivis-perempuan-sering-pasrah/index.php