info kegiatan detail

FISIP Universitas Malikussaleh
  • Info
  • Info Kegiatan
Post : 01 April 2013
staff

Banda Aceh -- Pengamat teroris dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Al Chaidar mengatakan Pemerintah Aceh jangan hanya memperjuangkan konsesi atau simbol politik, tapi mengabaikan konsesi ekonomi. Menurutnya, hal tersebut akan sangat sulit dipenuhi dan memperkuat ketergantungan Aceh kepada Pemerintah Pusat.

“Dengan memperjuangkan konsesi politik seperti lambang dan bendera itu sama saja dengan ‘mengikat leher’ Aceh dengan Indonesia,” ujarnya pada diskusi publik yang digelar The Aceh Institute di Lingka Kupi Limpok Darussalam, Banda Aceh, Kamis (28/3).

Mestinya, kata Al Chaidar, Pemerintah Aceh lebih fokus memperjuangkan konsensi ekonomi yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan rel kereta api dan Bandara Malikussaleh di Aceh Utara yang fungsinya belum maksimal.

“Mestinya Pemerintah Aceh harus lebih fokus memperjuangkan hal yang menyangkut hajat hidup masyarakat seperti proyek revitalisasi kilang Arun yang bisa menjadi terminal gas sekaligus memenuhi kebutuhan elektrivikasi Aceh,” ujarnya.

Ditambahkan, perjuangan Aceh harus diliberalisasikan dengan melibatkan semua elemen masyarakat dan tidak hanya didominasi PA. Menurutnya Aceh yang sekarang bukan semata-mata karena perjuangan PA, melainkan milik masyarakat. “Kekuatan itu ada di Alquran dan Hadist dan ini harus dibangun dalam konteks negara modern. Jika Aceh dibentuk dalam sistem kerajaan, maka itu sebuah kemunduran,” ujarnya.

Disebutkan, ada tiga hal penting dalam membangun kajayaan Aceh kembali. Tiga hal itu adalah kekuatan, jaringan, dan imajinasi. Ditambahkan, Aceh kehilangan spiritual perjuangan yang didasarkan kepada Islam, hal yang berbeda dengan mujahidin Aceh zaman dulu.

“Hikayat Prang Sabi misalnya, ketika dikumandangkan saat referendum dulu dibawakan dalam balutan keroncong. Ini lebih cocok untuk meninabobokan anak, bukan membakar semangat juang,” tandasnya.(n)   

 

Sumber asli dapat diakses di : http://aceh.tribunnews.com/2013/03/30/al-chaidar-aceh-jangan-hanya-urus-simbol-politik